Disebut Tak Manusiawi, Kos-Kosan 'Peti Mati' Ukuran 2x1 Meter di Jakarta Pusat Bakal Ditutup

Menurut Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, rumah kos yang terletak di Johar Baru tersebut tak memiliki izin dan tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

WowKeren - Rumah kos yang menyediakan hunian berupa kotak ukuran 2x1 meter di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, akhirnya ditutup. Kamar kos yang tersedia bahkan seukuran dengan peti mati.

Menurut Wakil Wali Kota Jakpus, Irwandi, pihaknya hari ini (2/9) menyidak rumah indekos tersebut. Rumah kos tersebut akan segera ditertibkan karena tidak berizin.

"Semua perizinan terkait cipta karya ini tidak ada izin. Dari Cipta Karya segera bikin surat teguran kepada pemilik karena ini tidak layak, dan dalam 1-2 hari ini agar ditutup," tutur Irwandi pada Senin (2/9). "Kalau tidak, ini nanti di-police line."

Selain tidak memiliki izin Dinas Cipta Karya DKI Jakarta, bentuk hunian indekos dengan tipe 2x1 meter tersebut juga tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Irwandi bahkan menyebut kosan tersebut tidak manusiawi.

"Ini sudah enggak manusiawi. Dalam 1-2 hari ini kita buat surat teguran untuk segera ditutup," jelas Irwandi. "Kalau tidak akan di-police line. Kalau sudah di-police line kan otomatis penghuni lari."

Kamar kos sempit seukuran peti mati ini belakangan viral di media sosial lantaran mirip dengan model apartemen mini di Hong Kong. Namun, Irwandi menegaskan bahwa kosan tersebut tidak layak huni.

"Ini katanya kos-kosan katanya ala model Taiwan. Tapi Taiwan juga enggak begini. Ini kos-kosan tidak manusiawi," ujar Irwandi. "Di PTSP tidak ada izin pembangunan cipta karya, dan kita juga koordinasikan dengan pak lurah juga, camat, pak rw, karena tidak layak akan segera kita tutup."

Sementara itu, rumah kos ini terdiri dari 3 lantai dengan total 60 kamar bagi pria maupun wanita. Dengan kamar yang hanya seukuran 1x2 meter, penghuni ditarik biaya Rp 300 - Rp 400 ribu per bulan.

Pemilik kos menyediakan fasilitas berupa 1 AC 2 PK di setiap lantai, serta sebuah kasur. Banyak yang meminati kamar kos ini karena harganya terjangkau dan lokasinya cukup strategis di pusat kota.

Ketua RW 04 Rawa Selatan, Johar Baru, Afrinal, mengaku telah beberapa kali memanggil pemilik rumah kos ini namun masih belum mendapat respons. Belakangan, rumah kos yang telah berdiri selama 5 tahun ini justru ramai dibahas di media sosial.

BACA SUMBER
Baca Selengkapnya di UC News
Berbagi Kepada Teman
Komentar Top
Baca komentar selengkapnya
--
Tidak
Ok
Pria Tua Ini Melakukan Aksinya Melewati Sebatang Bambu Pakai Motor, Inilah yg Terjadi!